Dedi Vitra Johor — atau yang akrab disapa DVJ — adalah Motivator & Business Coach sekaligus praktisi bisnis dengan pengalaman lebih dari 20 tahun. Perjalanannya tidak dimulai dari ruang kelas atau teori, melainkan sebagai pelaku usaha yang membangun bisnis dari nol, gagal, dan bangkit kembali.
Ia berbicara tentang apa yang pernah dijalani.
Ini bukan satu kegagalan yang lewat begitu saja. Ini eskalasi — setiap usaha baru dimulai dengan harapan lebih besar, dan berakhir dengan kehilangan yang lebih dalam.
Usaha jasa agency dan penjualan software akuntansi, dijalankan berpindah-pindah, bermodalkan apa yang ada. Modalnya, katanya sambil tersenyum getir, cuma "2 M" — bukan miliar, tapi Mulut dan Mental. Setahun kemudian, tutup. Kerugian pertama: waktu dan harapan.
Kali ini dengan tim, dengan struktur usaha yang lebih serius. Tapi bangkrut — bukan karena pasar, melainkan karena orang yang dipercaya. "Nggak perlu hitungan, kan, teman?" Kepercayaan tanpa kesepakatan tertulis, ternyata, adalah celah paling mahal. Kerugian kedua: kepercayaan.
Bangkit lagi, coba sekali lagi dengan model bisnis yang berbeda. Tetap tidak bertahan. Di titik ini, sudah tiga kali jatuh — dan belum ada tanda-tanda akan berhenti. Kerugian ketiga: keyakinan bahwa yang berikutnya akan berbeda.
Kali ini taruhannya bukan lagi cuma modal usaha. Sertifikat rumah orang tua ikut digadaikan untuk menutup kebutuhan modal. Dan bisnis ini pun bangkrut total. Miliaran rupiah lenyap. Rumah yang seharusnya jadi tempat pulang, nyaris ikut hilang. Kerugian keempat: rasa aman yang paling mendasar.
Bukan semangat yang kurang, tapi ilmu yang kurang — investasi leher ke atas yang rendah.
Hampir 100 kali mengalami penolakan sebelum akhirnya memenangkan sebuah kompetisi rencana bisnis yang didukung Swisscontact, bersama seorang partner pengusaha di Padang. Dari situlah lahir ASB Indonesia — sebuah lembaga training, bukan firma konsultan.
Namun perjalanan tidak selalu mulus. Pada 2009, ASB Indonesia dan Hore Gold Group (didirikan 2008) sama-sama mengalami titik terendah pada waktu yang bersamaan. Pengalaman melewati masa-masa sulit itulah yang membentuk cara pandang DVJ terhadap bisnis sampai hari ini.
Motivasi memberikan energi. Business coaching memberikan perspektif. Pengalaman memberikan konteks. Dan sistem membantu perubahan dapat dijalankan secara konsisten.
Perubahan cara berpikir. Perubahan cara mengambil keputusan. Perubahan cara memimpin. Perubahan cara menjual. Dan pada akhirnya, perubahan cara bisnis bekerja.
Pemilik dan pemimpin harus memiliki cara berpikir yang memungkinkan bisnis berkembang.
Strategi, model bisnis, penjualan, pemasaran, dan keputusan harus punya arah jelas.
Pertumbuhan harus diterjemahkan menjadi proses yang bisa dijalankan, diukur, dikembangkan.
Mindset tanpa strategi dapat kehilangan arah.
Strategi tanpa sistem sulit bertahan.
Sistem tanpa manusia yang tepat tidak akan bergerak.
Bagi DVJ, belajar tidak pernah benar-benar selesai. Ia terus belajar bisnis dari berbagai mentor — dalam dan luar negeri, secara offline maupun online.
Sertifikasi Akuntan IAI, 2000
Spesialis LED, USAID LGSP, 2006
Lisensi Trainer C3, Start GFA Germany, 2007
Lisensi Trainer LED, USAID, 2008
Certificate TFT, TDW, 2012
Peserta Terbaik Taplai Lemhanas RI, 2014
Peserta Terbaik TOT Lemhanas RI, 2016
Google Ads Certificate, Singapore
Coach SBM Pro Indonesia, 2015
Business Coach BNSP, 2022
TOT BNSP, 2022
Wakil Bendahara Umum, Persatuan Konsultan Indonesia (2022–2027)
Kadin Indonesia — anggota aktif
IMA — anggota aktif
AMA — anggota aktif
IAI — anggota biasa
Co-penulis buku "Knock Out: 21 Kisah Inspirasi" bersama Mardigu Wowiek.
Namun bagi DVJ, sertifikat, penghargaan, dan keanggotaan organisasi hanyalah bagian dari perjalanan. Yang paling penting adalah apa yang dapat diberikan kepada orang lain.
Bisnis boleh dimulai dengan keberanian. Tetapi untuk bertumbuh, bisnis membutuhkan cara berpikir, strategi, dan sistem.