Tanah Datar — Di tengah rangkaian Rapat Koordinasi Penguatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang digelar Pemerintah Kabupaten Tanah Datar pada Kamis (30/1/2025) di Aie Angek Cottage, Kecamatan X Koto, Dedi Vitra Johor tampil sebagai salah satu narasumber utama mendampingi Asisten Deputi Reformasi Birokrasi Kementerian PANRB, Ahmad Hasmy. Motivator & Business Coach sekaligus Founder ASB Indonesia (PT. Andalas Solusi Bisnis) ini membawakan materi yang menyentuh langsung akar dari setiap sistem kinerja pemerintahan: manusianya.

Di hadapan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, dan Tim Percepatan Pembangunan Daerah Kabupaten Tanah Datar, Dedi Vitra Johor mengangkat satu pesan sederhana namun mendasar — secanggih apa pun sistem akuntabilitas kinerja dirancang, hasil akhirnya tetap ditentukan oleh cara orang-orang di dalamnya bekerja setiap hari.

Profesionalisme Bukan Sekadar Slogan

Dalam sesinya, Dedi Vitra Johor mengajak seluruh peserta rakor untuk memaknai ulang arti profesionalisme kerja — bukan sebagai kata yang ditempel di dinding kantor, melainkan sebagai standar yang dijalankan konsisten setiap hari, dari hal-hal kecil sampai keputusan besar. Ia menekankan bahwa profesionalisme sejati terlihat justru ketika tidak ada yang mengawasi: apakah pekerjaan tetap dikerjakan dengan standar terbaik, atau hanya “asal selesai”.

Pendekatan ini konsisten dengan cara Dedi Vitra Johor membawakan materi di berbagai forum selama lebih dari 20 tahun berkecimpung di dunia pelatihan dan pengembangan SDM — bukan dari teori di atas kertas, melainkan dari pengalaman langsung sebagai pelaku usaha yang telah melalui jatuh bangun membangun organisasi. Filosofi “Dari Pelaku Usaha, Bukan Teori” ini yang membuat materinya terasa membumi dan mudah diterapkan, baik di dunia bisnis maupun birokrasi pemerintahan.

Tanggung Jawab: Dari Kewajiban Menjadi Kepemilikan

Poin kedua yang ditekankan Dedi Vitra Johor adalah soal tanggung jawab — dan perbedaan mendasar antara sekadar menjalankan tugas dengan benar-benar memiliki tugas tersebut. Ia mengajak para pimpinan OPD dan camat yang hadir untuk berpindah cara pandang: dari “ini pekerjaan saya” menjadi “ini hasil yang saya pertanggungjawabkan ke masyarakat”.

Pesan ini sejalan dengan arahan Bupati Tanah Datar Eka Putra dalam kesempatan yang sama, yang menegaskan pentingnya SAKIP sebagai langkah strategis mewujudkan pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel. Namun Dedi Vitra Johor menambahkan dimensi yang lebih personal — bahwa akuntabilitas di atas kertas hanya akan bermakna jika setiap individu di dalam sistem benar-benar merasa memiliki tanggung jawab atas hasil kerjanya, bukan karena takut dievaluasi, tapi karena sadar dampaknya bagi masyarakat yang dilayani.

Semangat dan Kebahagiaan sebagai Bahan Bakar Kinerja

Yang membedakan sesi Dedi Vitra Johor dari materi teknis SAKIP pada umumnya adalah penekanannya pada dimensi yang sering terlupakan dalam pembahasan sistem akuntabilitas kinerja: rasa semangat dan kebahagiaan dalam bekerja. Menurutnya, target kinerja yang dikejar dengan tekanan dan keterpaksaan hanya akan menghasilkan pencapaian jangka pendek — sementara ASN yang bekerja dengan hati akan menghasilkan pelayanan yang konsisten dan tulus kepada masyarakat.

Ia mengajak seluruh peserta untuk menemukan kembali makna di balik pekerjaan mereka sehari-hari — bahwa setiap laporan yang disusun, setiap program yang dijalankan, pada akhirnya bermuara pada satu tujuan: kehidupan masyarakat Tanah Datar yang lebih baik. Semangat inilah, menurutnya, yang menjadi bahan bakar sesungguhnya di balik predikat kinerja terbaik yang selama ini diraih OPD-OPD di lingkungan Pemkab Tanah Datar — bukan hanya dari sistem yang baik, tapi dari orang-orang yang bekerja dengan hati yang bahagia.

Menutup Sesi dengan Optimisme

Rakor SAKIP yang berlangsung selama tiga hari, dari 30 Januari hingga 1 Februari 2025 ini, sebelumnya dilaporkan Kepala Inspektorat Tanah Datar Desi Rima mencatatkan hasil evaluasi SAKIP 2024 yang positif — dari 40 OPD di lingkungan Pemkab Tanah Datar, 31 OPD meraih predikat BB dan 9 OPD meraih predikat B, dengan Inspektorat, BKPSDM, Dinas Pertanian, BPKD, dan Dinas Kesehatan sebagai lima OPD terbaik.

Bagi Dedi Vitra Johor, pencapaian ini adalah bukti bahwa sistem dan semangat manusia yang menjalankannya bisa berjalan beriringan. Ia menutup sesinya dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk membawa pulang tiga hal sederhana: bekerja profesional meski tak diawasi, bertanggung jawab penuh atas hasil kerja, dan tetap bersemangat serta bahagia dalam menjalankan tugas — karena dari sanalah pelayanan terbaik untuk masyarakat sesungguhnya lahir.